Batik berasal dari bahasa jawa yaitu “ amba “ yang berarti menulis dan “ titik “.  Pada mulanya batik berasal dari pedalaman Kalimantan dengan ditemukannya cap tangan yang dibuat dengan manggunakan tehnik “ merintang warna”. Lalu Tehnik merintang warna tersebut di jadikan ciri khas utama dari batik.

Kemudian pada jaman kerajaan batik berkembang ke seluruh Nusantara, namun hingga sekarang daerah yang masih aktif  melestarikan budaya batik hanya di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta terutama di kota Solo, Pekalongan, Cirebon dan Yogyakarta. Seiring dengan berjalannya waktu, kini berdasarkan cara pembuatannya Batik di Jawa Tengah di bagi menjadi 4 yaitu, Batik Tulis, Batik Cap, Batik Printing dan Batik Lukis. Tahap-tahap pembuatan batik tulis yaitu, Pembuatan pola, Pencantingan, pewarnaan dan pelorotan.

Keindahan dari seni batik didapat dari design/motif/pola yang di gambarkan pada kain. Motif nya pun sekarang beraneka ragam seiring dengan perkembangan jaman dan berjalannya waktu, contoh : batik parang rusak, batik udan liris, batik jamblang, batik lereng, dll. Namun, yang terpenting dari design yaitu pada penerapan pola/motifnya agar terlihat lebih harmoni dan unity.

Catatan ini kurang lengkap karena hanya menyertakan proses pembuatan batik tulis saja sedangkan yang lain belum disertakan. Lalu banyak istilah sulit yang sulit dipahami. Jadi kita harus  membacanya berulang kali untuk dapat mengerti catatan tersebut, juga kita harus mengetahui arti dari istilah sulit yang terdapat dalam  catatan agar tidak terjadi kesalah pahaman pengertian.

Dari catatan tersebut dapat kita mengerti bahwa batik merupakan hasil budaya, karena batik adalah kegiatan yang di lakukan masyarakat untuk menghasilkan suatu karya seni. Lalu batik juga makin lama makin ditinggalkan, buktinya daerah yang masih aktif dalam industri batik hanyalah pekalongan, Cirebon, Solo dan Yogyakarta. Untuk contoh yang lebih mudah, sekarang banyak anak muda yang enggan menggunakan batik karena katanya batik itu kolot, jadul, gak ngetren, dll. Untuk itu para pengusaha batik agar sekreatif mungkin menerapkan motif batik agar para remaja tertarik untuk menggunakannya, contoh diterapkan pada tas, sepatu, sandal, dsb.

Catatan ini lebih menuntut pada kita untuk mempelajari buku lain tidak hanya mengandalkan catatan ini saja. Dan juga lebih dibutuhkan Logika berpikir untuk memahami makna-makna yang ada dalam catatan ini.

Secara garis besar catatan ini kurang cocok jika diberikan untuk orang awam yang tidak mengerti seni sama sekali karena sulit untuk menyerap isinya.

Nurul Hanifah, 8 b Akselerasi