Judul Buku                          : Harry potter dan Relikui Kematian

Jumlah Halaman               : 999 halaman

Pengarang                          : Joanne Kathleen Rowling

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Harry potter memasuki umur 17 tahun dimana ia mencapai umur kedewasaan secara dunia sihir. Sebelum berumur 17 tahun, Harry masih terlindung dari Voldemort selama ia tinggal di rumah keluarga Dursley. Saat memasuki umur kedewasaan, mantera itu akan terangkat dan mengharuskan Harry untuk melindungi dirinya sendiri.

Atas informasi dari Saverus Snape, Voldemort dan para pengikutnya berhasil mengetahui akan terangkatnya mantera tersebut. Mereka berencana untuk menyergap Harry ketika ia meninggalkan rumah keluarga Dursley. Beberapa anggota Orde Phoenix datang untuk mengamankan Harry. 6 orang menyamar sebagai Harry, namun Harry asli ketahuan ia diserang oleh Voldemort dan pengikutnya ia berhasil melarikan diri ke Rumah keluarga Weasley. Tapi Hedwig dan Mad Eye Moody terbunuh.

Beberapa hari kemudian, Menteri sihir Rufus Scrimgeour datang untuk menyerahkan warisan Dumbledore untuk mereka : Deluminator untuk Ron, Buku kisah-kisah Beddle untuk Hermione, Pedang Godric Griffyndor dan Snitch  untuk Harry, namun pedang Gryffindor di tahan di Kementerian sihir karena pedang itu bukan milik Dumbledore. Pada Snitch itu muncul tulisan “ I open at the close “ (Aku membuka pada penutup). Mereka percaya bahwa benda-benda itu digunakan untuk membantu mereka menemukan Horcrux.

Dalam resepsi pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour, muncul peringatan bahwa Kementerian Sihir telah jatuh dan para pelahap maut sedang mendatangi mereka. Harry, Ron dan Hermione berdissaparate dan berlindung di Markas Besar Orde Phoenix. Di rumah ini adik Sirius yang bernama Regulus Arcturus Black berinisial sama dengan R.A.B. yakni orang yang mengambil Horcrux Liontin Salazar Slytherin. Hermione teringat barang-barang Kreacher peri rumah di tempat itu. Kreacher merujuk Mundungus Fletcher yang mengakui bahwa ia telah mencuri liontin itu dan menggunakannya untuk menyuap Dolores Umbridge. Dengan Ramuan Polyjus  mereka berhasil memasuki Kementerian Sihir dan berhasil mengambil liontin itu dari leher Umbridge, tapi tempat persembunyian mereka berhasil diketahui.

Ketiga sahabat itu melarikan diri. Mereka tidak berhasil membuka ataupun menghancurkan Liontin itu dan bergantian memakainya. Mereka berhasil mengetahui bahwa pedang Gryffindor yang ditahan Kementerian sihir adalah pedang palsu dan hanya pedang yang asli lah yang dapat menghancurkan  horcrux-horcrux itu. Harry hendak mencari pedang itu, tapi Ron khawatir dengan keamanan keluarganya dan kecewa karena Harry tidak memiliki rencana, Ron meninggalkan Harry dan Hermione. Keduanya pergi ke Godric’s Hollow untuk mencari pedang itu. Di sana mereka disergap Voldemort dan Nagini. Ketika mereka melarikan diri Hermione tidak sengaja mematahkan Tongkat sihir Harry.

Di hutan Dean, Harry melihat patronus Rusa Betina, Rusa betina itu membawanya ke sebuah kolam es berisikan pedang Gryffindor. Ketika Harry menyelam untuk mengambil pedang itu, horcrux Liontin yang dipakainya tiba-tiba mencekik lehernya, Ron yang menggunakan Deluminator berhasil menyelamatkannya, mengambil pedang dan berhasil menghancurkan horcrux liontin tersebut. Ron memperingatkan bahwa nama Voldemort telah dimanterai Tabu sehingga orang yang menyebutnya akan tersingkap persembunyiannya.

Ketiga sahabat itu pergi mengunjungi Xenophilius Lovegood ayah Luna, untuk menanyainya tentang simbol yang ia pakai, Lovegood menyatakan bahwa itu adalah simbol Relikui kematian (The Deathly Hallow) yaitu 3 benda Legendaris yang dapat menaklukan kematian : Tongkat Elder, Batu Kebangkitan, dan Jubah Gaib.

Beberapa pemburu harta karun menangkap ketiganya di perkemahan setelah Harry secara ceroboh menyebut nama Voldemort. Mereka dipenjarakan dirumah keluarga Malfoy, bersama-sama dengan Luna, Dean Thomas, Ollivander dan goblin griphook. Ketika menemukan Pedang Gryffindor diantara mereka, Bellatrix Lastrange  mencurigai mereka telah mencuri dan masuk ke tempat penyimpanannya. Bellatrix menyiksa Hermione untuk mendapat informasi. Dobby berapparate ke penjara bawah tanah untuk menyelamatkan mereka.

Ollivander membenarkan keberadaan Tongkat Elder itu, ia juga mengatakan bahwa tongkat sihir dapat memilih untuk berganti ke tuan yang baru jika pemiliknya dikalahkan atau dilucuti. Dengan bantuan Griphook, mereka dapat mencuri Horcrux Piala Helga Hufflepuff dari lemari penyimpanan Bellatrix di Bank Gringots. Giphook mencuri pedang Gryffindor. Pikiran Harry tersambung dengan pikiran Voldemort dan ia mengetahui Horcrux lainnya yaitu Mahkota Rowena Ravenclaw.

Harry, Ron dan Hermione berhasil menyelinap masuk ke Hogwarts. Harry memperingatkan para staf pengajar bahwa Voldemort akan segera datang menyerbu. Pertempuran ini memakan banyak korban, antara lain : Fred Weasley, Remus lupin, Nymphadora Tonks, dan Colin Creevey. Ron dan Hermione mengambil taring ular Basilisk yang dahulu dibunuh Harry. Hermione menggunakan taring  itu untuk menghancurkan Horcrux Piala Helga Hufflepuff. Harry teringat ia pernah melihat Mahkota itu di kamar kebutuhan. Di kamar kebutuhan ketiganya diserang Malfoy, Crabbe, dn Goyle. Crabbe menggunakan mantra fiendfyre yang sangat kuat yang malah membunuh dirinya sendiri tapi juga menghancurkan mahkota itu.

Di Shriecking Shack, mereka mendengar Voldemort memberitahu Snape bahwa Tongkat Elder tidak dapat ia gunakan dengan baik dikarenakan Snape telah menjadi tuannya. Kemudian Voldemort menyuruh Nagini untuk membunuhnya. Saat sekarat, Snape memberikan memorinya pada Harry. Memori ini mengungkap bahwa Snape, sekalipun tidak sepenuhnya baik, adalah orang yang setia pada Dumbledore di dorong oleh cinta seumur hidupnya kepada Ibu Harry, Lily Potter. Dumbledore yang hidupnya sudah tidak lama lagi akibat kutukan Cincin Gaunt, menyuruh Snape untuk membunuh Dumbledore bila perlu, untuk melindungi peranan Snape dalam Orde Phoenix dan untuk menggantikan Draco Malfoy yang ditugasi Voldemort untuk membunuh kepla sekolahnya. Snape juga yang mengirim Patronus Rusa betina yang mengantar Harry ke Pedang Gryffindor. Memori itu juga mengungkapkan bahwa Harry sendiri adalah Horcrux, Voldemort tidak akan dapat dibunuh selama Harry masih hidup.

Pasrah akan nasibnya, Harry berjalan sendiri ke hutan Terlarang dimana Voldemort telah menunggu. Ia kemudian membiarkan kutukan Voldemort Avada Kadavra, mengenai dirinya. Harry terbangun di suatu tempat seperti dunia lain, ia tidak yakin dirinya masih hidup atau sudah mati. Albus Dumbledore muncul dan menjelaskan bahwa Harry tidak bisa mati sementara darahnya masih mengalir di tubuh Voldemort. Harry kemudian hidup kembali.

Harry berpura-pura telah tewas, Voldemort membawa Harry ke Hogwarst sebagai tanda kemenangan. Harry memakaikan dirinya Jubah Gaib. Neville menarik Pedang Gryffindor dari Topi seleksi dan berhasil memenggal kepala Nagini, Horcrux terakhir. Pertempuran kembali memanas, penduduk Hogsmeade, Centaurus dan para peri rumah ikut dalam pertempuran. Harry menampakan dirinya dan menantang Voldemort. Harry menyimpulkan bahwa Voldemort bukan pemilik sejati dari tongkat Elder. Ketika Draco malfoy melucuti Dumbledore di Menara Astronomi, Draco telah menjadi pemilik tongkat elder, dan ketika Harry melucuti Draco Malfoy, ia telah menjadi pemilik sejati Tongkt Elder. Voldemort melemparkan kutukan Pembunuh pada Harry dan dilawan Harry dengan Mantera Pelucutan Senjata, namun Tongkat Elder melindungi tuannya sehingga kutukan Voldemort memantul dan berbalik membunuh Voldemort.