ini juga tugas bahasa indonesia gue, lagi-lagi tema yang gue ambil basket (ada gag sih tema selain basket ?) hehe sori guys gue taunya masalah basket. So, akhirnya basket jadi tema pilihan gue.
disini gue mau cerita tentang pemain satria muda Faisal Julius Achmad
sori gue gak punya fotonya :'((

5 Alasan Faisal Julius Layak Menyandang Gelar MVP

Pada 5-13 Februari mendatang merupakan seri ke V NBL yang akan dilangsungkan di Hall A-Senayan Jakarta. Selain untuk menetukan pemenang seri regular, seri ini merupakan seri penghabisan bagi tim-tim yang berlaga untuk memperebutkan tiket menuju Championship series di DBL Arena Surabaya. Hanya 8 tim dari 10 tim yang berlaga yang bisa lolos ke babak Play-off di Surabaya nanti.
Bagi pemain bintang seri ini akan menjadi pembuktian terakhir siapakah yang layak menjadi MVP (Most Valuable Player), tak tanggung-tanggung hadiah bagi peraih MVP adalah sebuah mobil Chevrolet Sparks. Hadiah yang dapat memanaskan persaingan antar pemain untuk menjadi yang terbaik, berikut adalah 10 kandidat MVP yang dirilis oleh PT. DBL :
• Faisal Julius Achmad (Satria Muda Britama Jakarta)
• Dian Heryadi (Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan)
• I Made Sudiadnyana (Garuda Flexi Bandung)
• Agustinus Indrajaya (Nuvo CLS Knights Surabaya)
• Rony Gunawan (Satria Muda Britama Jakarta)
• Amin Prihantono (Satria Muda Britama Jakarta)
• Robert Santo Yunarto ( Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan)
• Bima Rizky Ardiansyah (Bimasakti Nikko Steel Malang)
• Merio Ferdiansyah (Stadium Jakarta)
• Dimaz Muharri ( Nuvo CLS Knights Surabaya)
Dari 10 nama yang telah dilansir, kandidat terkuat untuk meraih gelar juara adalah Faisal Julius Achmad pemain Satria Muda Britama Jakarta. Berikut adalah alasan mengapa Faisal layak meraih gelar MVP :

1. Kontribusi Statistik
Faisal berada diperingkat kedua pencetak angka bagi Satria Muda dengan menyumbangkan 227 points hanya kalah 26 angka dari Amin Prihantono yang telah mencetak 253 points. Namun jika dilihat dari segi assist Faisal menang jauh atas Amin, Faisal membukukan 85 assist sedangkan Amin hanya 32 assist, bahkan Faisal menjadi pengumpul rata-rata assist terbanyak di pertandingan dengan 4,055 assist per-game. Dan mungkin bisa saja, Amin berhasil menyarangkan lebih banyak bola berkat assist dari Faisal.

2. Belum Tergantikan
Pada pemain Satria Muda tiap pemain memiliki ketajamannya masing-masing, antara Amin Prihantono dengan Rony Gunawan memiliki substitusi yang kurang lebih seimbang. Namun untuk posisi Point Guard, dengan perginya Wendha Wijaya ke Garuda, belum maksimalnya performa Agung Sunarko karena cidera dan belum matangnya permainan Firdaus membuat posisi Faisal sebagai point guard tak tergantikan.
3. Inti Satria Muda
Jika melihat dalam pertandingan langsung dengan tanpa meremehkan kemampuan pemain lain, tidak adanya Amin, tidak adanya Rony, tidak adanya Dodo Sitepu ataupun Welly Situmorang bahkan perginya Youbel tidak akan mengurangi ketajaman permainan Satria Muda. Namun jika Faisal tidak ada, Satria Muda seperti bukan Satria Muda.
4. Penyemangat handal bermental keras
Dalam tiap pertandingan Satria Muda, tanyakan pada supporter lawan siapakah pemain Satria Muda yang paling dibenci, dengan serempak mereka akan menjawab “Faisal”. Tiap bertanding Faisal selalu mendapat ejekan dari supporter lawan, namun hebatnya Faisal mampu mengubah cemoohan itu menjadi seolah dukungan bagi dirinya. Faisal membuktikan bahwa dirinya tak terpengaruh. Tengil dan sangat menyebalkan bagi tim dan supporter lawan dan anak emas bagi Satria Muda itulah Faisal.
5. Seorang guru dan pribadi yang ramah
Untuk sebagian besar pemain basket yang menjadi bintang, dirinya akan bersikap sombong dan acuh terhadap fansnya dan bahkan pemain lain. Namun hal ini tidak bagi Faisal, walaupun dia pemain bintang dia tetap ramah terhadap fansnya, Faisal dengan senang hati akan mau berfoto bareng atau sekedar memberi tanda tangan bagi fansnya.. Bagi pemain lain Faisal adalah seorang guru, dia tidak sungkan dalam membagi ilmunya pada juniornya. Dalam tiap pertandingan Satria Muda, Faisal akan memberikan jarak angka yang cukup jauh terhadap lawan untuk memberikan kesempatan pada juniornya untuk bisa ikut bertanding dan menimba pengalaman.
Dengan semua alasan tersebut, Adakah pemain lain yang mampu melakukan hal yang sama ?