Category: biologi


PORIFERA

 

Porifera (Latin: porus = pori,fer = membawa) adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana. Porifera juga disebut spons atau hewan berpori karena tubuhnya mengandung lubang-lubang kecil

 

Spons porifera terbagi menjadi 3 kelompok:

a.Spons Asconoid

kelompok spons yang berbentuk seperti tabung sederhana yang berpori. Bagian dalam tabung yang terbuka di sebut spongocoel dan terdapat koanosit. Terdapat lubang besar yang berfungsi untuk mengeluarkan air dari tubuh spons (oskulum)

Baca lebih lanjut

Spermatophyta

(Tumbuhan Berbiji)

Tumbuhan berbiji menurut klasifikasi yang diterima secara luas termasuk daam filum Pteropsida. Filum ini tidak anya meliputi pembawa biji tetapi juga termasuk paku yang sebenarna tidak berbiji.

1)   Ciri-ciri umum

a.   Struktur perkembangan yang khas adalah biji yang dihasilkan oleh bunga ataupun runjung.

b.   Kormophyta : sudah mempunyai akar, batang dan daun sejati

c.    Tracheophyta : sudah mempunyao pembuluh angkut berupa xylem dan floem.

d.   Pada hakekatnya tumbuhan berbiji memiliki pigmen hijau (klorofil), hanya beberapa spesies yang tidak memilikinya sehingga bersifat parasit.

e.   Ada yang bersifat sporofit yang mendapatkan makanan dari bahan-bahan organic.

f.     Sebutan lain untuk tumbuhan berbiji

i)        Anthophyta (tumbuhan berbunga)

ii)      Phanerogame(tumbuhan yang perkawinannya terlihat)

iii)    Embriphyta sifonogama (tumbuhan yang berlembaga dan perkawinanya melalui pembuluh)

2) Reproduksi Tumbuhan berbiji

a. Reproduksi Vegetatif

Merupakan cara reproduksi tanpa melibatkan gamet jantan dan gamet betina. Reproduksi vegetative dapat terjadi secara alami atau buatan

Reproduksi Vegetatif Alami Reproduksi Vegetatif Buatan
  1. Rizom (rimpang/akar tunggal)
1.  Mencangkok
  1. Stolon (geragih)
2.  Menempel (okulasi)
  1. Umbi Lapis (bulbus)
3.  Menyambung
  1. Tunas
4.  Menyetek
  1. Umbi Batang
5.  Merunduk
  1. Kormus
6.  Kultur Jaringan

b. Reproduksi Generatif

Merupakan cara reproduksi yang melibatkan gamet jantan dan gamet betina.

ü  Penyerbukan

Penyerbukan berdasakan asal serbuk sari Penyerbukan berdasarkan factor yang membantu
1. Autogami 1. Anemogami
2. Kleistogami 2. Hidrogami
3. Geitongami 3. Zoidiogami
4. Aloami (xenogami)
5. Bastar (hibridogami)

ü  Pembuahan

Merupakan proses penyatuan atau peleburan gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum). Biasanya, proses pembuahan tersebut terjadi tidak lama setelah proses penyerbukan.

3)      Klasifikasi Tumbuhan Berbiji

PERBEDAAN UTAMA ANTARA ANGIOSPERMAE DAN GIMNOSPERMAE

Faktor Pembeda Gimnospermae Angiospermae
Habitus/bentuk tubuh Semak, perdu, pohon Terna, semak, perdu, pohon
Sistem akar Tunggang Serabut dan tunggang
Batang Tegak lurus, bercabang-cabang Bercabang-cabang atau tidak
Daun Jarang yang berdaun lebar dan bersifat majemuk Kebanyakan berdaun lebar, ada yang berdaun majemuk dengan komposisi yang beraneka ragam
Sistem tulang daun Tidak beraneka ragam Beraneka ragam
Bunga –     Bunga sesungguhnya belum ada 

–     Membentuk strobilus

–     Bakal biji tampak menempel pada daun buah

–       Ada 

–       Tidak

–       Bakal biji tidak tampak (tertutup)

Penyerbukan –     Serbuk sari jatuh di tetes penyerbukan pada bakal biji 

–     Jarak waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang

–       Serbuk sari jatuh di kepala putik 

–       Jarak waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relative lebih pendek

Anatomi –     Akar dan batang memiliki kambium 

–     Berkas pembuluh angkut bertipe kolateral terbuka

–     Xilem terdiri atas trakeid

–     Pada floem tidak terdapat sel-sel pengiring

–       Hanya sebagian anggota yang memiliki cambium pada akar dan batangnya 

–       Bertipe kolateral terbuka atau tertutup

–       Terdiri atas trakea dan trakeid

–       Terdapat sel-sel pengiring

a. Gimnospermae

1) Ciri dan Struktur Gimnosperma

a)      Ciri morfologi

(1)   Umumnya merupakan tumbuhan berkayu, berupa pepohonan atau perdu

(2)   Sistem perakarannya serabut

(3)   Batangnya berkayu tumbuh tegak, banyak cabang atau tidak sama sekali

(4)   Daunnya kecil, tebal, atau seperti jarum

(5)   Alat perkembangbiakannya disebut strobilus

(6)   Bunga sesungguhnya belum ada

b)      Ciri anatomi

(1)   Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar

(2)   Ujung akarnya terlindung oleh tudung akar atau kaliptra

(3)   Endodermis pada akar maupun batang mengandung banyak zat tepung

(4)   Pada silinder pusat akar dan batang terdapat fasis atau ikatan pembuluh yang sel-selnya belum berfungsi sempurna

2) Daur hidup gimnosperma

Pada generasi sporofit, tumbuhan gimnosperma menghasilkan heterospora berupa mikrospora dan megaspore. Mikrospora berkembang menjadi mikrogametofit dan berisi serbuk sari. Setelah dilepas, butir-butir serbuk sari berkembang menjadi sperma. Sementara itu, megaspore berkembang menjadi megagametofit. Pada saat penyerbukan, serbuk sari melekat pada bakal biji. Selanjutnya, sperma bergerak menuju sel telur melalui buluh serbuk sari. Jika terjadi pembuahan, maka terbentuk zigot yang berkembang menjadi embrio dan biji. Jika biji tersebut jatuh pada tempat yang sesuai, maka biji akan tumbuh berkembang menjadi tumbuhan baru.

1.1 Daur Hidup Gimnospermae

Baca lebih lanjut